Membandingkan 2 Koran Yang Berbeda

Bismillah Hirahman Nirahim. Pertama-tama saya akan membanding 2 artikel koran dari koran yang berbeda tapi dalam bidang yang sama. Yaitu dari koran Kompas dan SINDO (Seputar Indonesia) dan yang akan di bahas disini adalah SEA GAMES 2011.

Oke mari kita bandingkan!

Pertama yang akan saya tampilkan yaitu koran Kompas. Berita ini di ambil dari sumber Kompas.com.

INILAH EMAS KEENAM DARI “SOFT TENNIS”

PALEMBANG, KOMPAS.com Tim soft tennis Indonesia selangkah lagi menyapu bersih medali emas, setelah pasangan Prima Simpatiaji dan Edi Susilo mengalahkan pasangan Thailand, Sorachet Uayporn/Pee Meesuk, 5-2, Minggu di Jakabaring, Palembang.

Dengan kemenangan itu, Prima Simpatiaji menjadi atlet soft tennis yang mampu meraih tiga medali emas pada SEA Games XXVI-2011 ini. Dua emas lainnya diperoleh Prima dari beregu putra dan tunggal putra. Bonus Rp 600 juta dipotong pajak sudah di tangan.

Partai final ganda putra berlangsung tidak ketat. Pasangan Thailand itu kesulitan mengembangkan permainan karena kompak dan kokohnya pertahanan Prima/Edi. Bahkan sebaliknya, Edi dan Prima dengan mudah memanfaatkan pertahanan yang cukup rapuh dari ganda Thailand tersebut.

Satu-satunya emas tersisa di cabang soft tenis yang masih diperebutkan adalah dari nomor ganda campuran. Di nomor ini, Indonesia menurunkan pasangan Edi/Septi Mende dan Ferly Montolalu/Maya Rosa.

Dan yang kedua yaitu koran SINDO (Seputar Indonesia). Berita ini di ambil dari sumber  http://www.seputar-indonesia.com.

GAGAL KAWINKAN EMAS

Sunday, 20 November 2011 PALEMBANG – Kontingen Indonesia cabang olahraga (cabor) voli pantai gagal mengawinkan gelar, meski melampaui target yang dibebankan. Merah Putih harus puas meraih medali satu emas dan dua perak di Kompleks Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), kemarin.

Di kategori putri, Indonesia gagal menyumbang emas setelah pasangan putri Indonesia 1 Aning/Dhita tumbang dari pasangan Thailand Kulna/Radarong 0-2 (20-22, 15-21).Tak dimungkiri, jam terbang serta kemampuan pasangan Thailand itu berada di atas Indonesia. Bahkan, meski Kulna di set kedua sempat mengalami cedera kaki, kondisi itu tak menurunkan kemampuan bertanding.

Mereka bahkan memaksa Aning/Dhita tunduk dua set langsung dan harus puas mendapatkan medali perak. “Thailand bermain bagus dan mampu membaca arah pukulan kami, tidak seperti pertandingan sebelumnya,” ujar Ayu Cahya Ning Siam, yang akrab disapa Aning. Sementara medali perunggu voli pantai putri di SEA Games kali ini jatuh ke tangan pasangan Thailand 1 Sannok- Tenpaksee setelah dalam perebutan tempat ketiga menundukkan pasangan Malaysia 1 Teck Hua/Shun Thing.

Pelatih Timnas Putri Voli Pantai Indonesia Agus Salim menyesalkan pasangan Aning/Dhita. Dia menilai anak didiknya itu tak sepenuhnya menjalankan arahan pelatih pada pertandingan final, kemarin. “Aning/Dhita terus memberikan bola-bola keras ke Kulna/Kamoltip, yang diketahui adalah defender andal Thailand,” tandas Agus.

Menurut Agus, beberapa taktik dan strategi yang diatur tak sepenuhnya diterapkan Dhita/Aning di lapangan. Kondisi itu membuat pasangan Thailand itu begitu mudah merusak permainan Indonesia, meski salah satu pemain Thailand mengalami masalah kesehatan. Sementara di final voli pantai putra, Indonesia memastikan emas setelah terjadi all Indonesian final.

Pasangan Indonesia 1 Andy/Koko keluar sebagai pemenang setelah mengandaskan perlawanan rekan senegaranya, Dian/Ade, dua set langsung 2-0 (21-17, 21-17). Medali perunggu voli pantai putra jatuh ke tangan Thailand 1 Kittipat/Teerapat setelah mengalahkan rekan senegaranya, Sittichai/Prathip, 2-1 (26-24, 18-21, 21-15).

Pelatih Kepala Timnas Voli Pantai Indonesia Slamet Muljanto menyatakan kekalahan pasangan Aning/Dhita dari Thailand di final kemarin murni dipengaruhi faktor jam terbang serta usia yang muda, khususnya Dhita. Namun, Slamet bersyukur karena target yang dibebankan kepada voli pantai Indonesia tercapai.

“Alhamdulillah target tercapai.Tapi, kemauan insan voli pantai Indonesia untuk kawinkan emas di voli pantai belum bisa dikabulkan,” pungkas Slamet. dedy sagita

Perbandingan 2 Koran di atas :

  1. Dari Segi Kosa Kata : Koran SINDO lebih baik dibandingkan koran Kompas yang kosa katanya masih tidak tepat. Misal seperti kata “menyapu”, “ketat”.
  2. Dari Segi Judul : Koran Kompas lebih tepat dibandingkan koran SINDO yang menggunakan kata kurang tepat dalam judulnya “Kawin”, seharusnya bahasanya bisa lebih dicerna oleh pembaca lagi.
  3. Pemenggalan kata : Dari kedua koran di atas, pemenggalan katanya sudah tepat, tidak ada yang dibandingkan lagi.
  4. Pilihan Kata : Pemilihan kata dari kedua koran tersebut hampir sama dengan Segi Kosa Katanya.
  5. EYD : Koran Kompas kurang begitu tepat menggunakan EYD yang baik benar, sedangkan koran SINDO cukup tepat menggunakan EYD yang baik.

Jika kita analisa kedua artikel di atas maka kita dapat melihat ada sedikit perbedaan, artikel yang saya ambil dari kompas.com masih terdapat sedikit kesalahan eja, kesalahan penggunaan huruf besar & kecil, penggunaan tanda baca juga masih terdapat sedikit kesalahan. Sedangkan artikel yang saya ambil dari seputar-indonesia.com dapat kita lihat bahasa yang digunakan lebih baku,  penggunaan tanda baca juga sudah cukup baik.

Jika saya simpulkan dari kedua artikel di atas, maka menurut saya artikel dari seputar-indonesia.com lebih baik tata bahasanya daripada artikel dari kompas.com. Hal ini bisa jadi dipengaruhi oleh sasaran pembaca kedua koran tersebut.  Jadi tata bahasa yang digunakan di dalam artikel dari kedua koran tersebut berbeda.

About Ayunita92

i'm not perfect :')

Posted on November 20, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: