Jurnal Ilmu Komputer

IMPLEMENTASI DAN PERBANDINGAN JARINGAN THIN CLIENT BERBASIS LINUX

MENGGUNAKAN DISTRIBUSI FEDORA 11 DAN U.BUNTU 9.04

(STUDI KASUS PADA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA SAMPIT)

LINDA NORHAN, ST.

Abstrak— Pesatnya perkembangan teknologi jaringan komputer saat ini sangat mempengaruhi kinerja pegawai terutama dalam dunia kerja khususnya perkantoran. Dengan menerapkan teknologi jaringan tersebut dapat member dampak positif yaitu semakin mudah dan efektifnya dalam melakukan pengolahan data oleh karyawan/karyawati di perkantoran. Tetapi untuk mewujudkan hal tersebut, masih ada beberapa kendala yang dihadapi terutama untuk tingkat perkantoran di daerah yang memiliki anggaran sedikit untuk pengadaan teknologi komputer berbasis jaringan. Untuk mengatasi kendala di atas maka penulis memberikan solusi mudah dan murah untuk memanfaatkan perangkat komputer yang tidak dipakai lagi oleh pihak kantor/instansi karena memiliki spesifikasi yang rendah seperti Pentium I dan Pentium II. Penggunakan sistem jaringan berbasis diskless computer system yang bersifat gratis, memungkinkan suatu perkantoran untuk dapat memanfaatkan kembali perangkat komputer yang memiliki spesifikasi rendah tersebut agar meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan data terpusat dan membantu proses kerja karyawan/karyawati yang menggunakan teknologi jaringan.

 1. PENDAHULUAN

 1.1 Latar Belakang

Dinas komunikasi dan Informatika (DKomInfo) Sampit merupakan salah Instansi Pemerintah yang menggunakan dan memanfaatkan system komputer untuk melakukan kegiatan pekerjaannya, diantaranya digunakan untuk memanipulasi data, mentransfer data agar suatu pekerjaan dapat dilakukan dengan cepat dan untuk meningkatkan produktivitas serta mengefisienkan pekerjaan. Sebagai suatu lembaga pemerintah,maka instansi ini memerlukan fasilitas komputer yang sesuai dengan perkembangan teknologi komputer yang cepat dalam proses kerjanya. Akibat dari pemenuhan fasilitas tersebut, banyak komputer dengan spesifikasi processor 486DX, Pentium 100 Mhz, Pentium 233 Mhz dan Pentium II 400 Mhz tersimpan di dalam gudang tidak terpakai.

1.2 Identifikasi Masalah

 Identifikasi Masalahnya adalah:

  1. Apakah sistem operasi Linux mendukung dalam pembuatan dan perancangan jaringa computer Diskless System/Thin Client System.
  2. Apakah perangkat komputer yang dimiliki oleh Dinas KomInfo Sampit dengan spesifikasi Pentium II 400 Mhz masih dapat dimanfaatkan dengan baik.
  3. Bagaimana mengoptimalkan perangkat keras (Hardware) yang ada.
  4. Network Operating System (NOS) apakah yang mendukung Diskless System/Thin Client System.
  5. Aplikasi perangkat lunak Terminal Service apakah yang mendukung Diskless System/Thin Client System Linux.
  6. 6. Distribusi Linux apakah yang mendukung Diskless System/Thin Client System.
  7. Bagaimanakah proses booting Diskless System/Thin Client System Linux yang akan digunakan.
  8. 8. Layanan apa sajakah yang akan disediakan pada Jaringan Komputer Diskless System/Thin Client System Linux.

1.3 Batasan Masalah

Batasan Masalahnya adalah :

  1. Perancangan sistem jaringan Diskless System Linux ini dirancang hanya menggunakan satu server workstation.
  2. Perancangan, penerapan dan pengujian hanya digunakan pada topologi star.
  3. Penggunaan cdrom sebagai media untuk melakukan booting ke server untuk mengakses seluruh aplikasi.
  4. Analisa, pengujian dan implementasi hanya akan dilakukan pada jaringan dengan menggunakan arsitektur jaringan LAN (Local Area Network) pada lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika Sampit.
  5. Sistem operasi yang digunakan adalah Sistem Operasi Linux.
  6. Pembahasan difokuskan hanya pada perancangan pada hardware dan proses instalasi dan integrasi jaringan lokal (LAN) Diskless System/Thin Client System dengan menggunakan sistem operasi Linux.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dari tugas akhir ini adalah :

  1. Memanfaatkan komputer dengan spesifikasi minimum untuk dapat bekerja secara maksimal sesuai dengan spesifikasi komputer yang digunakan sebagai serverdiskless system.
  2. Memudahkan dalam melakukan backup data yang ada dalam jaringan komputer.
  3. Minimalisasi atau upgrade hardware pada sisi diskless client.
  4. Minimalisasi administrasi untuk mengatur setiap client.
  5. Menentukan sistem operasi Linux yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemudahan dalam pengoperasian dalam lingkungan Dinas Kominfo sampit

1.5 Metodologi penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

  1. Objek Penelitian : Penelitian dilakukan di DkomInfo Sampit
  2. Pendekatan Penelitian : Pendekatan meliputi menentukan identifikasi masalah, batasan,tujuan, studi pustaka,kerangka berpikir, pertanyaan / hipotesis penelitian,prototype,instrument pengumpulan data, mengimplementasikan, menguji, menganalisa dan membuat laporan.
  3. Analisis kebutuhan : Analisis kebutuhan ditijau dari Perangkat keras (Hardware), Perangkat Lunak (Software), manusia dan Dokumentasi

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Jaringan Komputer

Pada tahun 1969, UCLA (University of California at Los Angeles), SRI (Stanford Research University), Universitas of California at Santa Barbara, dan University of Utah mulai berhubungan menggunakan jaringan ARPAnet yang menggunakan jaringan berkecepatan 50 kbit/detik. Layanan komersial pertama kali yang dirilis adalah yang menggunakan X25 dan dirilis pada tahun 1972.

2.2 Local Area Network

Local Area Network atau lebih dikenal dengan sebutan LAN merupakan jaringan yang menghubungkan beberapa komputer dalam satu area tertentu. LAN pada umumnya berada dalam satu ruangan secara fisik seperti kantor, kampus atau sebuah instansi. (Akbar, Ali. 2006. Hal. 152).

2.3 Thin Client

Menurut JoelP. Kanter dalam bukunya yang berjudul Understanding Thin- Client/ServerComputing, mengatakan bahwa secara umum, pengertian dari jaringan komputer berbasis thin client adalah sebagai berikut :

The thin-client/server computing model involves connecting thin-client software or a thin-client hardware device with the server side using a highly efficient network protocol such as Citrix’sICA. The thinclient/ server architecture enables 100 percent serverbased processing, management, deployment, and support for mission-critical, productivity,Web-based, orother custom applications across any type of connection to any type of client hardware, regardless of platform. The client hardware can include Windows-based terminals, PCs, NetPCs, network computers, Apple Macintosh computers, or UNIX devices. (Kanter, Joe P. 1998. Hal. 3 ).

2.4 Linux

Sejarah Linux dimulai ketika seorang mahasiswa dari Universitas Helsinski, Finlandia, yang bernama Linus Torvalds ingin mengembangkan sistem operasi MINIX yang merupakan salah satu turunan dari Unix pada tahun1991. Pada saat itu, sistem operasi MINIX diedarkan kepada mahasiswa di universitasnya sebagai prototype sebuah system operasi. Dalam perkembangannya, Linus Torvalds menyebarkan kode programnya melalui internet, sehingga dapat dipelajari oleh orang lain. Ini yang menyebabkan Linux berkembang dengan pesat, karena dibuat oleh ribuan pemrogram yang tersebar di seluruh dunia. Linux dikembangkan pertama kali agar dapat berjalan pada computer berbasis Intel 386/486, tetapi kemudian dikembangkan juga untuk mesin-mesin yang lain, hingga saat ini Linux dapat berjalan pada mesin-mesin DEC, Alpha,SUN Sparcs, M68000, MIPS, AMD64 serta PowerPC.

3.  ANALISIS DAN PERANCANGAN

3.1 Analisis Sistem Berjalan

Analisis sistem meliputi identifikasi kebutuhan, yaitu:

  1. Dapat melakukan booting melalui media cdrom.
  2. Dapat memproses permintaan yang masuk sesuai dengan aturan-aturan dan mekanisme dalam sistem tersebut.
  3. Memberikan hasil akhir yang diminta oleh client.
  4. Melakukan penyimpanan terpusat yang akan memudahkan untuk melakukan duplikasi (backup) data untuk menghindari kehilangan data.
  5. Mampu melakukan pengendalian (controling) setiap aplikasi yang dipergunakan.

3.2 Analisis Perangkat Lunak

  1. Mampu menterjemahkan kode program tersebut sehingga dapat dimengerti oleh sistem.
  2. Mampu memproses permintaan user sesuai dengan jenis perintahnya (request).
  3. Mampu memberikan pesan hasil pemrosesan sistem, baik proses yang sukses maupun yang gagal akibat terjadi kesalahan, misal kesalahan tidak ada perangkat keras yang terpasang yang telah ditentukan.
  4. Mampu menampilkan hasil akhir dari permintaan user/client.
  5. Mampu menyimpan semua data penerimaan dan pengiriman permintaan user.
  6. Mampu menyimpan semua data hasil aksi-aksi dari proses permintaan dan hasil akhir dari pengolahan data dan informasi yang telah dilakukan oleh user.

3.3  Analisis Perangkat Keras

  1. Optical Drive yang mendukung pembacaan media cdrom untuk melakukan pembacaan kode program yang dibuat.
  2. Perangkat komputer sebagai pemroses pesan dan penyimpanan data
  3. Kabel LAN (Local Area Network) sebagai media penghubung ke server untuk dapat mengakses data yang telah ditetapkan
  4. NIC (Network Interface Card) sebagai penghubung kabel LAN (Local Area Network) dengan PC (Personal Computer) Client

3.4 Analisis Input Output

Input

  1. Input data tipe NIC (Network Interface Card) yang terpasang pada sisi client, IP (Internet Protocol) address yang terpasang pada server dan client.
  2. Input oleh komputer client berupa kode program yang terdapat di dalam media cdrom untuk mengkses informasi yang terpasang di server.

Output

  1. Hasil proses akan memberikan setiap permintaan dari user yang telah ditentukan disisi server.
  2. Hasil proses akan memberikan konfirmasi kepada user atas jawaban permintaan yang dilakukan

3.5  Flowchart

4. IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Implementasi meliputi kebutuhan Perangkat Keras (Server dan Client) dan Perangkat Lunak ( fedora 11 dan UBuntu 9.04) Pengujian menggunakan kabel UTP (Unshielded Twisted-Pair) dan RJ-45 dengan koneksi peer-to-peer (menggunakan sebuah client). Menggunakan system operasi Linux dengan distribusi Fedora 11 dan Ubuntu 9.04. Pengujian dilakukan pada tiga buah ukuran memori yaitu : 32 MB SDRAM, 64 MB SDRAM dan 128 MB SDRAM.

5.  KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

  1. Sistem operasi Linux dapat digunakan sebagai sistem operasi jaringan dengan teknologi diskless/thin client sistem.
  2. Komputer yang memiliki spesifikasi rendah yang ada dan dimiliki oleh Dinas Komuikasi dan Informatika Sampit yaitu Pentium II 400 Mhz dapat dimanfaatkan dengan baik.
  3. Pengoptimalan perangkat keras yang ada dapat dilakukan dengan menggunakan system operasi Linux, terutama apabila menggunakan distribusi Ubuntu dengan versi terbaru.
  4. Sistem operasi yang mendukung jaringan diskless/thin client sistem adalah sistem operasi Linux.
  5. Distribusi Linux yang mendukung jaringan diskless/thin client sistem diantaranya : Ubuntu dan fedora
  6. Aplikasi terminal service yang mendukung jaringan diskless/thin client system adalah Linux Teminal Server Project (LTSP).
  7. Proses booting yang digunakan dengan menggunakan media cdrom dapat berjalan dengan baik pada sistem operasi Linux dengan distribusi Ubuntu.
  8. Network card yang didukung oleh system operasi Linux hampir seluruhnya mampu dikenali oleh sistem operasi tersebut.
  9. Dapat menggunakan perangkat computer yang memiliki spesifikasi minimum untuk mendapatkan kecepatan yang sesuai dengan spesifikasi yang digunakan pada computer server.
  10. Dalam pengoperasiannya dapat melakukan pengelolaan data terutama untuk proses backup data yang ada dalam jaringan thin client.
  11. Dapat meminimalisasi instalasi perangkat keras pada komputer client.
  12. Mengurangi proses administrasi untuk mengatur client, karena pengaturan cukup dilakukan melalui server.
  13. Sistem operasi yang paling ideal adalah dengan menggunakan sistem operasi Linux dengan distribusi Ubuntu.

Saran

Diharapkan dengan hasil pengujian yang diperoleh pada saat pengujian dapat dilanjutkan dengan:

  1. Mengimplementasikan proses booting langsung melalui bootrom yang terdapat pada LAN card.
  2. Memodifikasi kembali source code (kode sumber) untuk mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan dan dapat dikondisikan dengan kebutuhan perangkat keras lainnya.
  3. Melakukan pembatasan akses terhadap datadata yang dianggap rahasia dan melakukan pembatasan akses internet apabila menggunakan akses internet dalam penerapannya.

6. DAFTAR PUSTAKA

Ady H, Martinus, Membangun Warnet LTSP dengan Zencafe [bagian 1], INFOLINUX 10/2007 hal. 46.

Binanto, Iwan dan Fx. Eko Budi. 2004. Membangun Terminal Server Menggunakan Linux Redhat dan Microsoft Windows Server, Yogyakarta: ANDI.

Kanter, Joe P. 1998. Understanding Thin-Client/Server Computing, Washington: Microsoft Press.

Mansfield, Nial. 2004. Practical TCP/IP: Mendesain, Menggunakan, dan Troubleshooting Jaringan TCP/IP di Linux dan Windows (Jilid 1), Yofyakarta: ANDI.

Madcoms. 2003-2004. Dasar Teknik Instalasi Jaringan Komputer, Yogyakarta: ANDI.

Noprianto, Pengembangan Aplikasi Jaringan di Linux, INFOLINUX 04/2007 hal. 30.

Richard, David. 2007. Linux Thin Client Networks Design and Deployment, Birmingham: Packt Publishing.

https://help.ubuntu.com/community/UbuntuLTSP Wahana Komputer. 2008. Administrasi Jaringan Menggunakan Linux Ubuntu 7, Yogyakarta: ANDI

Sumber: http://blog.unda.ac.id/2012/02/jurnal-ilmu-komputer-vol-1-linda-norhan/

About Ayunita92

i'm not perfect :')

Posted on Maret 7, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. ada jurnal tentang SISTEM OPERASI SERVER nga??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: